Fall Guys Disebut Game Bodoh Oleh Spider Man

Mobilegame.one, Fall Guys – Game battle royale, Fall Guys sempat mengganti nama akun Twitter miliknya.

Hal ini terjadi setelah mereka disebut sebagai permainan bodoh, ole pemain utama di Spider-Man : No way home, Tom Holland.

Seperti yang ditarakan Holland, Fall Guys menyebut bahwa dirinya really stupid game, namun kini berubah kembali menjadi @fallguysgame.

“Sejujurnya, kami lebih sering memainkan game yang disebut Fall Guys, seperti permainan yang benar-benar bodoh, di mana kalian adalah orang-orang kecil dan berlarian, lalu jatuh dari barang-barang. Jadi, tidak semenarik bermain Uncharted,” kata Holland, seperti dikutip detikINET dari Screenrant.

Kendati begitu, dari penuturannya itu sembari bercanda. Holland dan Chris Patt setuju akan membintangi film Fall Guys beberapa tahun ke depan. Pernyataan tersebut, lantas memancing perhatian dari game besutan Mediatonic ini, dengan mengganti nama akun Twitter, sekaligus header yang menunjukkan perkataan Holland.

Baca juga : Netflix Mulai Merambah Dunia Game Mobile

“Untuk merayakannya, kami akan menggunakan ini sebagai header Twitter,” tulis Fall Guys Game.
Fall guys disebut game bodoh oleh spider manFall guys disebut game bodoh oleh spider man

Fall Guys sendiri merupakan game battle royale, yang dapat dimainkan secara online. Gamer dapat menikmatinya di beberapa paltform, mulai dari PS4, Nintendo Switch, Xbox dan Steam.

Di sini, pemain menggunakan satu karakter lucu dan berupaya menjadi salah satu pemenang, agar dapat lanjut ke stage berikutnya. Karena pada setiap arena, akan mengeliminasi bagi mereka yang tidak berhasil hingga garis finish.

Setiap tempat menyediakan tantangan dan objektif berbeda-beda. Seperti mengharuskan pemain melaju ke garis finish sebelum waktu berakhir, atau mengambil poin dari bola-bola yang disediakan.

Turnamen Dunia Dota 2 Siap Digelar di Bucharest

Turnamen Dunia Dota 2 Siap Digelar di Bucharest – Setelah sebelumnya turnamen Dota 2 sempat gagal diselenggarakan di Swedia, akhirnya kejuaraan tersebut mendapatkan tuan rumah baru. Valve mengungkapkan bahwa The International (TI) 10 bakal dihelat di Bucharest, Rumania.

Para penggemar game Dota pun dapat menyaksikannya secara langsung maupun secara online. Pertempuran epik dalam memperebutkan Aegis of Champions tersebut akan berlangsung di Stadion Arena Nationala yang merupakan stadion terbesar di negara Rumania pada bulan Oktober 2021.

Pertandingan akan dimulai dengan babak grup pada tanggal 7-10 Oktober. Kemudian diikuti oleh acara utama mulai tanggal 12-17 Oktober, yang mana diikuti oleh dua tim Dota 2 terbaik di dunia yang akan saling berhadapan di putaran Final.

Bukan hanya berjuang untuk memperebutkan Aegis, akan tetapi para tim peserta juga akan memperebutkan total hadiah hingga USD 40 juta (sekitar Rp.581,8 milliar).

Sementara itu terdapat kabar baik untuk para penggemar Dota, melalui situs resmi, Vale membocorkan informasi terkait dengan harga tiket yang akan segera hadir dalam waktu dekat.

Pertandingan epik ini nantinya akan bisa disaksikan langsung oleh penggemar Dota di Rumania, atau bahkan ditonton oleh penggemar-penggemar lainnya di seluruh dunia secara online.

Kapasitas penonton di Arena Nationala sendiri mampu menampung hingga 55.000 penonton.

“Kami berterima kasih atas kemitraan yang telah kami bentuk dengan Rumania dan kota Bucharest, dan sangat menantikan untuk berkumpul dengan komunitas Dota 2 global, baik secara langsung ataupun secara virtual, untuk merayakan para pemain elit yang luar biasa di International,” tulis Dota 2.

Terdapat total 18 tim yang akan berkontribusi dalam ajang T10 kali ini. Semua tim peserta berasal dari enam wilaya Dota Pro Circuit (DPC), sedangkan 12 tim peserta menerima undangan langsung untuk ikut serta dalam turnamen tersebut.

Sebelumnya telah tersiar kabar bahwa T10 akan diselenggarakan di Stockholm, Swedia. Namun karena terbentur alasan tertentu, akhirnya mereka tidak mendapatkan izin untuk menyelenggarakan turnamen tersebut.

Mungkin hal ini dikarenakan Federasi Olahraga Swedia baru saja memilih untuk tidak memasukkan esports ke dalam federasi olahraga, sehingga turnamen ini tidak termasuk dalam olahraga elit.